Rabu, 07 September 2016

Review ASUS Transformer 3 Pro, Si Penantang Microsoft Surface Pro

Setelah resmi diperkenalkan pada Mei dalam perhelatan Computex 2016, kini ASUS pun membawa lini notebook 2-in-1 fenomenalnya secara sah untuk pasar Indonesia. Menyandang nama Transformer 3 Pro, perangkat ini diklaim mampu menjadi tandingan tablet serbaguna Microsoft Surface Pro 4. Tablet unik ini juga belakangan ramai menjadi bahan diskusi karena mengadopsi berbagai keunggulan kompetitif dari aspek desain, jeroan internal, serta fitur-fitur portabilitasnya.

Dengan rangkaian sistem dapur pacunya, genre perangkat seperti ini dipercaya dapat menjadi perangkat komputasi idaman di masa depan. Fitur portabilitas dan mobilitasnya  sangat menunjang untuk user yang punya aktivitas tinggi serta kerap bekerja dengan berpindah-pindah tempat.

Wajar saja jika akhirnya banyak yang meminati. Ditambah lagi genre notebook 2-in-1 tersebut memang benar-benar dilengkapi dengan komponen kelas atas yang mampu “ngebut” ketika dibutuhkan. Seperti contohnya prosesor Intel Core i7, jenis penyimpanan berbasis SSD berbasis SATA3, dan RAM hingga mencapai  16GB. Rangkaian spesifikasi tersebut dipadukan dengan desain dan dimensi bodi yang sangat kece dan ringan, serta ringkas juga kompak.

Tahun ini ASUS resmi membawa transformer 3 Pro ke Indonesia. Alasan utamanya mudah diterka, pastinya mereka melihat adanya peluangan besar, juga penerimaan pasar yang tinggi terhadap jenis notebook itu. Yang menjadi pertanyaan adalah, mampukah produk ini mencuri perhatian pengguna dan mengalahkan daya tarik dari Surface Pro 4? Mungkin saja terjadi sebab Pro sudah kalah start karena tidak tersedia resmi di Indonesia. Penasaran seperti apa kekuatan yang ditawarkannya? silahkan simak review berikut ini.


Desain Minimalis nan Eksotis

Tak dapat dipungkiri, aspek desain dari Transformer 3 Pro memang sangat memikat mata. Balutan logam metal yang melingkupi seluruh bodi, membuatnya terlihat eksotis dan menawan. Struktur tubuh berbahan alumunium tersebut masih ditambah lagi dengan campuran magnesium alloy.

Praktis hal ini membuatnya tidak hanya sekedar kokoh dan kuat namun juga ringan. Campuran antara logam alumunium dan magnesium alloy umumnya memang menjadi berbagai bahan dasar sejumlah gadget premium yang menonjolkan sisi ringan sebagai keunggulan. Selain enteng, perangkat dengan basis desain berbahan dasar tersebut juga tahan terhadap karat.

Itu lantaran, secara ilmiah, metal yang dilapisi oleh jenis logam lain akan membentuk suatu sel elektrokimia yang mampu mereduksi oksigen sebagai “biang keladi” (zat) utama penyebab karat. Berangkat dari sanalah penggunaan alumunium dan magnesium alloy marak diterapkan pada gadget premium.

Keindahan pada Transformer 3 Pro juga semakin terlihat berkat desain pinggiran bodi bergaya diamond cut. Ini menjadikannya semakin tampil sangat elegan dan hampir sempurna dalam pandangan. Saking cantiknya, Anda seolah seperti melihat berlian dalam sebuah notebook.

Berbicara mengenai bobotnya, perangkat ini memiliki berat hanya 795 gram. Sementara ketebalannya juga minim yakni 8.35mm. Penulis cukup terperangah mengingat didalam tubuh semungil itu,tersimpan komponen spesifikasi yang gahar.

Unsur keserbagunaan (versatile) pada perangkat ini baru akan Anda sadari ketika menekuk cover bodi di bagian belakang yang berfungsi sebagai standing display. Fitur tersebut bermanfaat ketika Anda ingin menjadikan perangkat ini sebagai notebook untuk bekerja.
Fitur yang disebut juga sebagai stepless hinge ini, (karena tidak menggunakan engsel lekuk yang berbunyi) dapat dimanfaatkan manakala Anda sedang ingin melakukan presentasi dengan rekan kerja atau bisnis.

Fungsi lainnya, Anda pun dapat menjadikannya sebagai notebook biasa ketika ingin menggunakan untuk keperluan pekerjaan maupun produktivitas. Stepless hinge memiliki engsel mekanis yang dapat ditekuk hingga 155 derajat. Anda akan dimungkinkan untuk mendapatkan jarak pandangan yang sangat nyaman mencapai 170 derajat ketika memutarnya di titik maksimal.

Hal ini akan memudahkan dalam berinteraksi lebih intim dengan perangkat tersebut. Semisal ketika ingin mempergunakannya untuk membaca, menonton atau hiburan lainnya namun enggan untuk memegangnya. Nah, fungsi tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan itu.

Keyboard yang Elegan Ber-touchpad Besar

Transformer 3 Pro dilengkapi dengan keyboard bawaan yang punya fitur chicklet serta memiliki tingkat kedalaman tekanan atau travel distance 1,4 mm. Untuk ukuran keyboard mobile yang sangat tipis seperti ini, fitur tersebut patut diapresiasi.

Travel distance akan membuat Anda nyaman ketika mengetik meskipun berlama-lama. Keyboard menjadi salah satu komponen penting yang diperhatikan kenyamanan penggunaannya. Sebab dengan menyasar pasar para eksekutif dan pebisnis muda, mereka adalah tipikal pengguna yang memang hampir secara keseluruhan bergelut dengan kegitan mengetik, seperti membuat bisnis plan, proposal, dan lainnya. Karenanya sudah betul ASUS memperhatikan aspek ini dan membuat fungsi keyboardnya menjadi semumpuni mungkin.

Mengetik menggunakan keyboardnya memang terasa sangat nyaman. Rasanya hampir sama nyaman ketika mencicipi keyboard yang berada pada notebook gaming ROG ASUS. Atau bisa juga disejajarkan dengan kenyaman mengetik di perangkat komputasi untuk skala bisnis yakni ASUSPRO. Terlebih lagi tersemat pula fitur backligt keyboard yang memudahkan Anda ketika ingin mengetik dalam kondisi remang atau minim cahaya.

Menarik untuk diketahui, bagaimana cara ASUS merancang sebuah keyboard yang tipis dan ringan, namun tetapi empuk ditekan. Jawabannya yakni mereka mengoptimalkan elastisitas karet silica gel yang berada persis dibawah tombol keyboard untuk memberikan kenyamanan ekstra pada tekanan. Sehingga meskipun ketinggian scissor keyboard dipangkas (1,4mm) Anda akan tetap merasa nyaman.

Untuk memasang keyboard tersebut, Anda bisa menempelkannya langsung pada magnet yang berada di bagian bawah perangkat. Ada yang unik dari mekanisme kerja keyboardnya, yakni Anda dapat menyetelnya secara datar rata dengan alas meja maupun bisa melekuknya sedikit sehingga papan ketiknya terasa agak naik atau landai.  

Seperti diketahui, kontur keyboard yang agak landai sangatlah memudahkan dalam proses mengetik dan biasanya terdapat pada desain keyboard di laptop premium.

Touchpad tersebut telah mendukung fitur smart gesture yang dinamakan dengan Precision Touch Pad (PTP). Secara sederhana fitur ini adalah serangkai pola gerakan khusus yang telah dibuat secara sistematis untuk pengoprasian touchpad yang lebih nyaman.

Desain  Touchpad pun dibuat lebih lega agar pengguna lebih leluasa ketika harus mengoprasikan perangkat ini tanpa menggunakan mouse. Jika dikomparasi dengan Microsoft Surface Pro 4, Transformer 3 Pro memiliki touchpad yang lebih luas sekitar 17 persen.

Seperti misalnya ketika ingin melakukan klik kiri hanya tinggal menyentuhkan satu jadi pada touchpad. Sementara untuk men-drag gunakan satu jari kemudah geser ke arah yang Anda inginkan untuk melakukan drag. Ada juga mode untuk melakukan zoom in/out hanya dengan mencubit touchpad menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Keyboardnya sendiri juga punya sentuhan yang tak biasa dari keyboard notebook pada umumnya. Ada sesuatu pada lapisan atas keyboard tersebut, yang membuat tampil cantic dan stylish ketika dipegang maupun dilihat. Hal ini karena papan ketik tersebut menggunakan material kulit sintetis atau PU (polyurethane) leather, dikenal juga dengan nama kulit bicast.

Secara keseluruhan, bodi keyboard tersebut diselimuti dengan kulit bicast di bagian atas maupun bawahnya. Anda akan merasakan kesan halus saat mengelusnya, bagaikan memegang kulit sofa atau dompek berbaha kulit.

PU leather atau kulit bicast sendiri, memiliki keunggulan antara lain, mudah dirawat, dibersihkan, dan juga terlihat bagus. Kelemahannya, karena bersifat imitasi, tentu saja tingkat keawetannya tidak akan sebaik ketika menggunakan kulit asli.

Meski demikian, PU leather memiliki harga yang lebih terjangkau dan terlihat sama bagusnya jika dikomparasi dengan bahan kulit original.

Display Beresolusi 3K yang Tajam dan Cemerlang

ASUS Transformer 3 Pro didesain menggunakan panel layar beresolusi 3K. Resolusi yang didulangnya mencapai 2880 x 1920 piksel. Besarnya resolusi tersebut diimbangi dengan kualitas piksel per inch (ppi) yang cukup besar pula yakni 275 ppi.

Resolusi memang terbilang tanggung, karena berada di atas Quad HD alias 2K namun masih dibawah 4K atau Ultra HD. Namun jika berkaca pada sejarah Transformer sebelumnya, ASUS hanya membenamkan resolusi WXGA (1280x800) pada Transformer T100HA. Maka hal ini bisa dianggap sebelumnya lompatan.   

Yang mengagumkan adalah, besaran nilai color gamut atau sRGB dari perangkat ini yang melebih angka 100 persen. Lazimnya perangkat komputasi mobile modern hanya memiliki nilai RBG color tertinggi mencapai 98 persen. Namun Transformer 3 Pro menjelma secara mengejutkan dengan nilai color gamut 121 persen. Lalu apa dampaknya?

Secara teoritis, perangkat yang memiliki rentang color gamut yang lebih luas mampu untuk mereproduksi warna yang lebih baik dari sudut pandang mata manusia. Nah, pada aplikasinya perangkat ini akan memungkinkan Anda untuk melihat gambar yang muncul dari dalam layar menjadi lebih hidup dengan warna yang lebih kaya. Semisal warna langit yang birunya akan terasa terlihat lebih cerah, biru dan terasa hidup. Ataupun warna rumput yang begitu hijau akan terlihat lebih hijau dan nyata.

Kendati demikian, akan sangat percuma apabila fitur tersebut tidak dapat dinikmati secara lebih leluasa semisal Anda ingin melihatnya dari sudut pandang yang tajam di sisi kiri maupun kanan. Jangan khawatir, sebab perangkat ini pun memiliki fitur IPS display dimana memungkinkan untuk melihat gambar dengan tampilan maupun warna yang akurat dan konsisten meski ditengok dari sudut 178 derajat sekalipun.

Realisasinya memang demikian, tampilan yang dimunculkan terasa tajam dan hidup. Ketika misalnya disetel pada pada resolusi Ultra HD, warna-warni yang dimunculkan sangat kaya dan hidup.

Diajak menyaksikan konten 4K pun tergolong masih asik. Berkat ukuran layarnya yang tidak terlalu besar yakni 12,6 inci membuat tampilannya masih tergolong baik dan tidak pecah. Detil warna masih tertangkap sehingga konten film pun masih nyaman disaksikan.

Segudang Fitur Optimalisasi Visual

Meski telah menyelipkan komponen hardware yang mumpuni untuk mengoptimalisasi tampilan visual, ASUS tampaknya tidak lantas puas begitu saja. Untuk mendukung dan memperkuat aspek tersebut, mereka telah mengembangkan sebuah software khusus.

Software tersebut antara lain bernama ASUS Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid. Pertama penulis ingin mengupas software bernama Splendid. Teknologi ini mampu mengoptimalisasikan berbagai kondisi gambar agar dapat ditampilkan dengan sebaik mungkin. Sehingga, apapun aktivitas yang Anda lakukan, baik menyaksikan film ataupun melihat foto, semua tampak lebih hidup.

Di dalam Spendid pun terdapat empat buah mode yang bisa dipergunakan pengguna untuk menyetel layar agar nyaman ketika dipergunakan. Empat mode tersebut antara lain, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode.

Normal Mode adalah, mode dimana LCD telah diprogram (setting) secara lebih optimal untuk kenyamanan tampilan visual. Penggunaan mode ini cocok untuk bekerja sehari hari, seperti mengedit dokumen dan melihat gambar.
Eye Care Mode adalah, mode dimana kecerahan pada cahaya biru di layar akan direduksi untuk menghindari cedera pada retina mata. Mode ini dirancang untuk keperluan penggunaan laptop dalam waktu yang lama.

Mode ini juga merupakan fitur teknologi terbaru yang telah dirancang oleh para engineer ASUS, dengan mempertimbangkan faktor kesehatan pada mata tadi. Cahaya biru pada layar akan dikurangi hingga 33 persen. Seperti diketahui ketika komputer dalam keadaan hidup (bekerja) display akan menampilkan cahaya biru pada rentang spektrum 450-495 nm.

Cahaya biru tersebut merupakan salah satu penyebab dari degenerasi makula dan cedera pada retina. Dengan fitur Eye Care yang terdapat di dalam Splendid, cahaya pada panel LCD akan dibuat lebih kuning (redup) untuk mengurangi dampak cedera tersebut.

Vivid Mode adalah mode dimana pengguna akan mendapatkan kontras warna, serta ketajaman gambar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Itu berguna untuk memberikan pengalaman visual yang lebih hidup untuk melihat gambar seperti pemandangan di dalam film, foto dan lainnya.

Manual Mode adalah mode dimana pengguna dapat dengan bebas mengatur kecerahan dan tampilan pada layar sesuai dengan preferensi yang diinginkan.

Penulis telah menguji aplikasi ini dan mendapati bahwa, mode eye care mode memang sangatlah menarik. Ketika mengaktifkannya dan menggunakan notebook dalam waktu yang lama, pengguna tidak masih merasa mata sangat nyaman menggunakannya (menatap layar notebook).

Sedangkan TruVivid adalah sebuah teknologi untuk menyempurnakan kejernihan,kecerahan dan tingkat responsifitas pada layar. Teknologi ini mentransformasi desain yang umumnya diberikan pada layar perangkat pintar. Desain konvensional pada sebuah gadget umumnya tersusun atas empat lapisan antara lain, pelindung kaca, panel sentuh, celah udara dan modul LCD.

Nah, pada TruVivid, ada bagian yang dieliminasi dan digabungkan sehingga hanya menyisakan dua lapisan yakni pelindung kaca dan panel sentuh dan LCD. Hal ini memberikan dampak positif berupa tampilan yang lebih jelas, dimana nilai transparasi optiknya bisa mencapai diatas 94 persen dibandingkan desain panel layar perangkat pintar konvensional. Hal ini juga dapat mereduksi reflection rate (tingkat pantulan bayangan) di layar mencapai 67persen.

Terakhir adalah teknologi bernama ASUS Tru2Life Video yang diklaim akan selalu mampun menyajikan tampilan gambar bergerak yang mengagumkan pada perangkat ini. Tru2Life dikembangkan menggunakan teknologi pengolah gambar terbaru yang dapat Anda temukan pada perangkat televise high-end modern. Fitur ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang realistis terhadap sebuah video. Caranya  dengan meningkatkan kontras hingga 200 persen untuk memberikan ketajaman warna yang akurat dan detil.

Paduan Komponen Hardware Mutakhir dan Gesit

Sebelum membuktikan seperti apa kegaharan dari komponen inti pada perangkat ini, ada baiknya dijabarkan lebih dulu seperti apa spesifikasi hardware yang digunakannya. Pada prosesor, ASUS menamakan Intel Core i7-6500U dan ada juga varian yang menggunakan i5-6200U. Seperti diketahui lini prosesor generasi ke-enam dari Intel ini membawa banyak fitur bermanfaat yang dapat memaksimalkan kinerja sistem komputasi.

Peningkatan tersebut antara lain, peningkatan pada GPU hingga 50 persen karena telah dibuat menggunakan teknologi yang lebih baru yakni GT4e. Selain itu, Skylake juga pastinya menghadirkan penghematan daya yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Konsumsi SoC pada Intel Skylake digadang-gadang turun hingga 60 persen, dibandingkan generasi Broadwell. Ditambah lagi nilai TDP-nya menciut diangka 45W dari sebelumnya 47W.

Prosesor Intel Core i7-6500U memiliki spesifikasi seperti cache 4 MB dan set instruksi 64 bit. Sedangkan teknik litografi yang digunakan adalah 14 nm. Jumlah core yang dimiliki adalah 2 serta memiliki 4 untaian (threads). Kecepatan maksimal yang mampu didulang adalah 3,1 GHz sedangkan kecepatan standar atau base clock 2,5 GHz.

Tipe prosesor ini dilengkapi dengan dukungan 520 Intel HD Graphics sebagai dedicated GPU. Kecepatan dasar kartu grafisnya adalah 300 MHz, sedangkan untuk kecepatan maksimalnya bisa mencapai 1,05 GHz. Perlu diingat kartu grafis-nya pun telah mendukung fitur pemutaran video 4K di skala 60 fps.

ASUS menyandingkan otak pengolah sistem di perangkat tersebut dengan memori RAM 8 GB bertipe LPDDR3 bertipe dual channel, berkecepatan 1866 MHz.

Sementara kapasitas media penyimpanan, disediakan seluas 500 GB SSD SATA3 yang mendukung fitur Trusted Platform Module (TPM). Seperti diketahui, fitur ini telah mendapatkan standar internasional sebagai salah satu cara untuk mengamankan storage Anda menggunakan mekanisme kriptografi. Trusted Platform Modulce mengandalkan fitur BitLocker sebagai pengamanan.

TPM terpasang terpasang sebagai suatu chip di motherboard suatu laptop/PC. Fitur BitLocker membutuhkan TPM agar bisa mengaktivasi enkripsi. Sebagai gambaran, BitLocker akan menggunakan rangkan PIN dengan panjang 4 sampai 20 digit karakter untuk mengamankan komputer. Hal ini akan menyulitkan para hacker meskipun dia menggunakan berbagai tools canggih untuk meretas.

Suara Jernih Disokong Harman Kardon

Berbeda dari biasanya, kali ini ASUS menggandeng pabrikan audio asal Amerika Harman/Kardon untuk menyokong kualitas audio yang memukan di lini notebook premium-nya. ASUS menyatakan kalau keluaran suara pada perangkat ini dua kali lebih kencang dari notebook premium pada umumnya.

Secara teoritis notebook ini dikatakan memiliki nilai dBSPL (decibel Sound Pressure Level) mencapai 96. Sebagai gambaran, menurut Wikipedia, batas ambang paling rendah dari suara yang mampu didengar manusia jika menggunakan satuan yang sama adalah 0 dB. Sedangkan batas ambang tertinggi belum didefinisikan, namun lazimnya satuan ukuran yang bisa dipergunakan adalah diatas 194 dBSLP.

Dengan nilai sound pressure level yang cukup tinggi tersebut, artinya perangkat ini mampu mengeluarkan suara yang jernih dan jelas dengan rentang jarak yang lebih luas dan jauh. Untuk membuktikannya, penulis mengujinya di dalam maupun diluar ruangan, hasilnya memuaskan.

Penulis juga mencoba mekanisme lain seperti melihat sejauh apa suara yang dikeluarkannya mampu tetap jelas dan jernih sekalipun dalam kondisi berisik. Cara yang dilakukan yakni memutar musik dan menyetel pada volume tertinggi dan mendekatkannya pada sumber suara bising seperti suara mesin sanyo (pompa air). Hasilnya, dual speaker yang terdapat pada perangkat ini masih mampu memperdengarkan nada yang jelas dan baik di telinga.

Port Konektivitas Lengkap dan Mutakhir

Mengenai port konektivitas, perangkat ini memiliki kelengkapan port yang memang lebih unggul dibandingkan dengan Microsoft Surface Pro 4. Disisi kanan terdapat port HDMI, satu buah USB 3.0 dan USB Type C 3.1 gen 2 yang juga telah mendukung Thunderbolt 3. Sementara Surface Pro 4 hanya menyediakan fitur USB 3.0 saja untuk berkirim-terima data.

USB Typ C tersebut mampu menghadirkan kecepatan transfer data hingga 10 Gbps. Artinya speed yang mampu dicapainya yakni 40 kali lebih kencang dari USB 2.0. Port ini juga sekaligus menjadi sarana untuk men-charge notebook tersebut.

Karena telah mendukung Thunderbolt port, konektor tersebut pun dapat pula dipergunakan untuk berkirim data dengan kecepatan maksimal 40 Gbps dengan syarat perangkat penerimanya pun memiliki dukungan port sejenis.

Transformer 3 Pro juga telah memiliki kemampuan untuk menjadi sebuah perangkat VR Ready.  Kekuatan GPU pada sistem pengolah grafisnya dapat diekstras. Bukan melalui mekanisme overclocking melainkan menggunakan sebuah docking machine khusus yang diciptkan ASUS bernama ROG XG Station 2. Ketika digabungkan melalui sarana bus port Thunderbolt port, seketika mereka akan menjadi perangkat gaming kelas berat yang mampu memainkan game berbasis virtual reality sekalipun. Sayangnya penulis belum berkesempatan menguji fitur ini karena docking tersebut tidak tersedia di Indonesia.

Ketersediaan port tersebut pun akan sangat bermanfaat untuk mendukung berbagai keperluan seperti presentasi, karena Anda dapat menggunakannya untuk mengubungkan dengan media lain seperti TV dan lainnya. Sementara disisi kiri terdapat pembaca SD card, tombol volume, dan audio jack 3.5 mm.

Universal Dock

Port konektivitas pada perangkat ini terbilang cukup sedikit memang. Wajar karena yang ingin ditonjolkan adalah aspek portabilitas dan mobilitasnya, melalui desain yang ramping, enteng sehingga mudah dibawa-bawa. Akibatnya beberapa port agak lawas, seperti VGA, Ethernet, serta beberapa port penting lainnya absen. Tentu saja ini akan menyulitkan Anda nantinya.

Namun jangan khawatir, sebab hal tersebut dapat diatasi dengan bantuan universal dock. Pada prinsipnya docking ini adalah perangkat tambahan yang terdiri dari beberapa port konektor untuk menghubungkan Transformer 3 Pro dengan perangkat lain, semisal flashdisk, kabel LAN untuk berinternet, hingga ke TV atau display yang lebih lebar.

Universal Dock tersebut terdiri dari beberapa port antara lain, konektor mic dan dan speaker, dua buah USB 3.0 Type A  1 buah USB 3.0 Type C, Card Reader, HDMI, dan Ethernet. Dengan adanya ketersediaan ini, Anda bisa mengekplorasi fungsi perangkat tersebut lebuh jauh.

Stylus Sensitif

ASUS Transformer 3 Pro juga telah dilengkapi dengan stylus atau pena digital yang dinamakan dengan ASUS Pen. Stylus tersebut berfungsi sebagai alat tulis digital yang dapat dijadikan sarana efektif untuk berkreasi bagi para desainer.

Stylus tersebut memiliki tingkat sensitivitas tekanan mencapai level 1024, dimana gerakan, tekanan, sentuhan maupun goresan yang diberikannya mampu mendekati sebuah pena yang asli.

Kamera yang Mampu Memindai Wajah

Salah satu hal yang menarik dari notebook ini adalah, adanya fitur kamera depan yang dilengkapi dengan infra merah (IR camera). Fitur ini mampu memindai wajah penggunanya untuk membuka password pada notebook. Fitur ini menggunakan aplikasi Windows Hello untuk memungkinkan hal tersebut.

Sayangnya fitur Windows Hello tampaknya masih harus disempurkan. Karena melalui bebarapa percobaan, terkadang penulis mendapatinya tidak selalu bisa dengan cepat memindai wajah dengan akurat dan tepat.

Sementara di bagian belakang, Anda dapat menemui komponen kamera yang memiliki resolusi 13 MP. Hasilnya fotonya juga cukup baik dan mampu menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya.

Durabilitas Baterai Hingga 8 Jam

ASUS Transformer 3 Pro memiliki baterai berjenis Lithium Polimer berkapasitas 39 Whrs. Dengan kapasitas tersebut perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 8 jam untuk memutar video secara nonstop.

Daya baterainya juga dapat diisi dengan mekanisme fast charging dimana Anda dapat mengisi baterai tersebut hingga 60 persen dalam waktu 60 menit. Berikut ini hasil pengujian dari baterainya.

Berikut ini spesifikasi ASUS Transformer 3 Pro T303 :

Main Spec.
Transformer 3 Pro T303
CPU
Intel® Core™ i7-6500U Processor(4M Cache, up to 3.10 GHz)
Operating System
Windows 10 Home
Memory
8GB DDR3L 1866MHz SDRAM
Storage
512GB SATA3 M.2 SSD with TPM (Trusted Platform Module)
Display
12.6" (3:2) LED backlit WQHD+ (2880x1920) Glare Touchscreen with 85% NTSC with WideView Technology
Graphics
Intel® HD Graphics 520
Input/Output
1x Combo audio jack, 1x USB 3.0 port, 1x HDMI, 1x Thunderbolt (T303)
amera
2MP front IR camera, 13MP rear (T303)
Connectivity
Integrated 802.11ac, Bluetooth V4.1
Audio
Built-in Stereo 2 W Speakers And Array Microphone
Support Windows 10 Cortana with Voice
ASUS SonicMaster Premium Technology
Battery
39 Whrs Polymer Battery
Dimension
298.8 x 210.1 x 8.35mm
Weight
800g
Colors
Grey, Gold
Accessories
Stylus, Keyboard (T303)
Warranty
2 tahun garansi global

4 komentar:

  1. cara buka kaca lcd Window Surface Pro 2 ataupun Surface RT yg masih bagus
    Ini Caranya

    BalasHapus
  2. Jasa claim garansi Window Surface Pro Indonesia dan International
    http://zapplerepair.com/jasa-claim-garansi-Window-Surface-Pro-Indonesia-International.html

    BalasHapus
  3. Window Surface Book ketumpahan air tidak bisa lepas dari keyboard casing
    http://zapplerepair.com/bagaimana-cara-melepaskan-Window-Surface-book-dari-keyboard-casing.html

    BalasHapus
  4. Cara mengeluarkan laporan battery report di Window Surface
    http://zapplerepair.com/cara-cek-performa-battery-Window-Surface-Book.html

    BalasHapus